PPRBM Solo: Inklusi dan Inovasi Tiada Henti
Membangun Partisipasi Politik yang Inklusif melalui SHG Mertasari
Pendidikan pemilih bagi penyandang disabilitas tidak berhenti pada pemahaman tentang cara mencoblos. Melalui Pertemuan Bulanan SHG Mertasari, PPRBM Solo bersama KPU Kabupaten Banjarnegara membuka ruang belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat dukungan agar penyandang disabilitas dapat menggunakan hak politiknya secara mandiri, bebas, dan bermakna.
DIGNITY INKLUSIPRAKTIK BAIKINKLUSI DISABILITAS
Hanafi Slamet Sugiarto
9/28/20261 min read


Praktik ini menunjukkan bahwa partisipasi politik yang inklusif perlu dibangun secara berkelanjutan melalui pendidikan, pengalaman langsung, dan dukungan multipihak. Dengan memperkuat koordinasi antara SHG, keluarga, pemerintah desa, KPU, kader kesehatan jiwa, dan pihak terkait lainnya, diharapkan penyandang disabilitas semakin memiliki kesempatan untuk menggunakan hak politiknya secara mandiri, bebas, dan bermakna.
Untuk memperkuat pemahaman dan partisipasi politik penyandang disabilitas, PPRBM Solo bersama KPU Kabupaten Banjarnegara melaksanakan pendidikan pemilih dalam Pertemuan Bulanan SHG Mertasari pada 17 September 2026 di Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari anggota SHG, penyandang disabilitas, ODDP, caregiver, kader kesehatan jiwa, pemerintah desa, pendamping lokal, dan unsur masyarakat lainnya.
Kegiatan ini dilaksanakan karena penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam menggunakan hak politik, mulai dari keterbatasan informasi, akses menuju TPS, hingga kebutuhan pendampingan dan akomodasi yang sesuai. Karena itu, pemenuhan hak politik membutuhkan bukan hanya pengetahuan dari pemilih, tetapi juga dukungan dari lingkungan di sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Banjarnegara menyampaikan materi tentang hak politik penyandang disabilitas, hak dan kewajiban pemilih, aksesibilitas, pendampingan, serta proses pemungutan suara. Peserta juga diajak berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengikuti simulasi pemungutan suara. Pengalaman Purwanto, Ketua SHG Mertasari sekaligus ODDP, dan Awaluyo, anggota SHG dengan disabilitas intelektual, menjadi bagian dari pembelajaran bersama.
Kegiatan ini memperkuat pemahaman peserta bahwa penyandang disabilitas memiliki hak politik yang setara dan dapat berpartisipasi dalam proses demokrasi dengan dukungan yang tepat. SHG Mertasari juga semakin terlihat sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman yang dapat membangun keberanian anggota untuk berpartisipasi.
