PPRBM Solo: Inklusi dan Inovasi Tiada Henti
Mewujudkan Anak Disabilitas Cerdas dan Mandiri melalui Program Beasiswa Pendidikan BAZNAS–PPRBM Solo
Program beasiswa pendidikan bagi anak disabilitas resmi dilaksanakan di 2 Kabuapaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali dengan pendekatan kelompok belajar inklusif.
BERITABAZNASPROGRAM BEASISWA PENDIDIKAN
Annisa Fatikhasari
1/19/20262 min read


Program Beasiswa Pendidikan Kemitraan BAZNAS–PPRBM Solo dengan tema “Anak Disabilitas Cerdas dan Mandiri: Menuju Masa Depan Inklusif” telah resmi dilaksanakan melalui kegiatan kick off program. Program ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung pemenuhan hak pendidikan anak disabilitas, khususnya anak disabilitas dari keluarga kurang mampu, agar memperoleh akses pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Program ini dilaksanakan selama empat bulan dengan intensitas delapan kali pertemuan setiap bulannya. Pada tahap awal, pelaksanaan program difokuskan di dua wilayah, yaitu Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali, dengan melibatkan sebanyak 20 anak penerima manfaat dengan masing-masing Kabupaten ada 10 anak penerima manfaat. Anak-anak tersebut mengikuti kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk mendukung perkembangan kemampuan akademik, kemandirian, kepercayaan diri dalam proses belajar, serta meningkatkan partisipasi anak disabilitas.


Pendekatan utama dalam program ini adalah pembentukan kelompok belajar inklusif. Melalui kelompok belajar, anak-anak disabilitas dapat belajar bersama dalam suasana yang aman, nyaman, suportif, dan menghargai keberagaman. Model pembelajaran ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif anak serta mengembangkan potensi mereka sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Di sisi lain, PPRBM Solo berharap bahwa program ini ke depannya tidak hanya menjangkau bagi anak disabilitas yang tercatat dalam proses asesmen saja, tetapi juga dapat merambah dan membuka ruang anak-anak lain di lingkungan sekitar untuk ikut bergabung dalam kelompok belajar. Dengan demikian, kelompok belajar ini menjadi wadah interaksi yang mendorong nilai kebersamaan, saling menghargai, dan praktik inklusi sejak dini.
Melalui kemitraan antara BAZNAS dan PPRBM Solo, program ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dan berdampak luas dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, serta membuka peluang yang lebih luas bagi anak disabilitas untuk tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing di masa depan.
Selain fokus pada kelompok belajar anak, program ini juga dilengkapi dengan kegiatan edukasi parenting bagi orang tua. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang dan pendidikan anak disabilitas, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sosial.
Tidak hanya itu, program ini juga memberikan perhatian pada penguatan komunitas di masing-masing wilayah pelaksanaan. Penguatan komunitas dilakukan sebagai upaya membangun dukungan sosial yang berkelanjutan, mendorong keterlibatan masyarakat, menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan inklusif bagi semua anak, serta mampu melakukan upaya advokasi pelayanan inklusi pada pemerintah setempat mulai dari pemerintah Desa hingga Kabupaten/Kota.


Annisa Fatikhasari
