PPRBM Solo: Inklusi dan Inovasi Tiada Henti
SHG Desa Mertasari Perkuat Ruang Aman dan Saling Dukung melalui Pertemuan Bulanan
Ketika komunitas hadir dan mendengar, inklusi menjadi nyata. SHG Desa Mertasari mengajak kita semua untuk mendukung ruang aman, pemberdayaan, dan hak penyandang disabilitas di desa.
DIGNITY INKLUSIKAMPANYE INKLUSI DISABILITAS
Annisa Fatikhasari
2/6/20262 min read


PPRBM Solo melalui Program Dignity Inklusi menyelenggarakan Pertemuan Bulanan Self Help Group (SHG) Desa Mertasari pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Aula Balai Desa Mertasari. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas, ODDP, caregiver, serta perwakilan masyarakat desa.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan inklusif. Pemerintah Desa Mertasari menyampaikan dukungannya terhadap keberlanjutan kegiatan SHG sebagai ruang pemenuhan kebutuhan, penguatan kapasitas, dan pemberdayaan penyandang disabilitas di tingkat desa.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan diawali dengan penyampaian Safeguarding Protocol untuk memastikan seluruh peserta berada dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi.


Pada sesi utama, peserta mengikuti diskusi kelompok dan sesi curhat bersama untuk saling berbagi pengalaman, perasaan, serta tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mendorong anggota SHG untuk lebih berani bercerita, saling memahami, dan memperkuat hubungan emosional antaranggota.
Ketua PKK Desa Mertasari, Haryani, menyampaikan bahwa kegiatan SHG memberi dampak positif bagi kepercayaan diri anggota.
“Melalui pertemuan SHG ini, kami bisa saling mengenal lebih dalam. Refleksi bersama membuat kami semakin memahami kebutuhan masing-masing dan apa saja yang bisa difasilitasi oleh SHG, pemerintah desa, maupun kader,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua SHG Desa Mertasari, Purwanto, yang juga merupakan ODDP.
“Dengan adanya sesi curhat bersama, kami jadi lebih tahu kondisi masing-masing anggota. Ini membuat kami merasa tidak sendirian dan lebih saling mendukung,” ungkapnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi terkait peluang Program Pelatihan Vokasional 2026 dari Kementerian Sosial RI sebagai bagian dari upaya peningkatan keterampilan dan kemandirian penyandang disabilitas.
Melalui pertemuan ini, SHG Desa Mertasari diharapkan terus menjadi ruang aman, saling dukung, serta wadah advokasi dan pemberdayaan yang berkelanjutan bagi penyandang disabilitas dan ODDP di desa.
Annisa Fatikhasari
